Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati


Sejarah Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati.

Gedung Naskah Linggarjati di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi salah satu ikon pariwisata di daerah itu. Gedung bersejarah tempat diadakannya Perundingan Linggarjati pada 11-13 November 1946 yaitu antara Indonesia dan Belanda ini kondisinya terawat baik.

Beberapa barang masih terjaga dengan baik keasliannya. Meskipun lebih banyak replikanya. Dan ratusan pengunjung mendatangi gedung yang telah dijadikan museum ini setiap akhir pekan, libur sekolah, dan libur hari-hari besar keagamaan.

Kawasan Cagar Budaya Linggarjati adalah kawasan dimana terdapat satu bangunan lama bekas hotel. Lalu menjadi tempat terjadinya perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Perundingan tersebut berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan 13 November 1946. Bangunan tempat berlangsungnya perundingan ini kemudian dikenal dengan nama Gedung Naskah Linggarjati atau juga biasa disebut Gedung Perundingan Linggarjati.

Museum Linggarjati terletak di Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat. di kaki gunung Ciremai lokasinya mudah dicapai dari Kota Kuningan maupun Kota Cirebon. didukung dengan sarana jalan yang bagus dan nilai sejarahnya seharusnya tempat ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kota Kuningan.

Sejarah Tentang Museum Gedung Naskah Linggarjati.

 

gedung museum perjanjian linggarjati

Bermula dari sebuah gubuk yang dibangun tahun 1918 oleh seorang ibu bernama Jasitem dan menjadi tempat tinggalnya, bangunan ini kemudian menjadi salah satu saksi sejarah sebuah perundingan yang menentukan nasib bangsa Indonesia. Inilah Museum Linggarjati yang dahulu dijadikan tempat perundingan wakil Indonesia dan Belanda.

Bernama lengkap Museum Gedung Perundingan Linggarjati, museum ini menjadi saksi bagaimana perjuangan diplomatik yang dilakukan oleh para pendiri bangsa. Diketuai oleh Sutan Syahrir, Soesanto, Tirtoprodjo, Mr. Mohammad Roem, dan Dr. A. K Gani delegasi Indonesia ini berunding dengan delegasi dari Belanda, yaitu Prof. Mr. Schrmerhorn, Dr. F. De Boer, Mr. Van Poll, Dr. Van Mook, dan diplomat Inggris Lord Killearn sebagai mediator.

Pasca kemerdekaan Republik Indonesia, gedung yang berlokasi di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, ini digunakan sebagai tempat diadakannya Perundingan Linggarjati di tahun 1946. Mengingat peranannya yang penting dalam usaha menciptakan kemerdekaan Indonesia yang sepenuhnya, gedung ini kemudian diresmikan sebagai museum pada tahun 1976.

Nilai penting sejarah Gedung Naskah Linggarjati, khususnya terletak pada tahapan perundingan antara Republik Indonesia dengan Belanda. Hal ini memberi satu ruang yang positif bagi Republik Indonesia. Di setiap perundingan diplomatik yang dimulai sejak tahun 1946. Dengan perantara Inggris dan Amerika Serikat (Perjanjian Hoge Veluwe, Linggarjati, Renville, dan Kaliurang). Sesungguhnya Belanda telah mengakui Republik Indonesia secara de facto.

Isi pokok perundingan Linggarjati terdiri dari 17 pasal, yang sangat strategis bagi Republik Indonesia. Pasal-pasal tersebut antara lain adalah adanya pengakuan Belanda secara de facto tentang wilayah kekuasaan Republik Indonesia yang meliputi Sumatra, Jawa, Madura.

Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia; Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda.

Pokok-pokok isi perjanjian Linggarjati tersebut kemudian dilanjutkan pada perundingan-perundingan berikutnya, untuk mencapai kesepakatan “permanen” yang diterima oleh kedua belah pihak. Terkait dengan itu, perundingan Renville yang dilaksanakan pada bulan Desember 1947 – Januari 1948, berisi tentang penegasan kembali prinsip-prinsip persetujuan Linggarjati, yakni pengakuan de facto atas Republik Indonesia, serta masa peralihan dan pembentukan Uni Indonesia-Belanda. Setelah itu, perjanjian penting berikutnya adalah Konferensi Meja Bundar yang berlangsung pada bulan Agustus – November 1949, yang intinya menegaskan bahwa Belanda menandatangani kesepakatan pengalihan kedaulatan kepada Republik Indonesia. ( https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/gedung-naskah-linggarjati/ ).

Pemerintah Kabupaten Kuningan pun menjadikan Gedung Naskah Linggarjati sebagai ikon pariwisata andalan. Pemkab memiliki mimpi menjadikan gedung itu sebagai museum bertaraf internasional, tidak hanya menampilkan wujud asli bangunan, tetapi juga dilengkapi pertunjukan film yang memutarkan film-film dokumentasi di era perjuangan.

Keindahan Taman Cisantana Wahana Baru Wisata Alam Kuningan


Keindahan Taman Cisantana Wahana Baru Wisata Alam KuninganBekas tempat pertambangan hingga menjadi taman yang indah. Taman Cisantana Wisata alam baru yang memamerkan keindahan gunung batu eks tambang di kuningan.

Taman Wisata Cisantana ini sebelumnya adalah sebuah tempat penambangan batu. Bahkan sampai saat ini pun masih ada beberapa warga yang menambang batu di area bukit berbatu ini. Setelah dilakukan perubahan oleh pihak Pemerintahan Desa, dengan cara membangun taman beserta fasilitas pendukung lainnya. Maka tempat ini berubah total dan menjadi sebuah trend wisata yang di cari-cari para wisatawan.

Meski baru dibuka pada awal bulan Januari 2017, Taman Cisantana semakin ramai dikunjungi. Terhitung kurang lebih 10.000 pengunjung selama awal dibukanya tempat wisata ini.

Destinasi wisata yang indah terkadang awalnya hanya sebuah tempat yang diangap biasa saja dan tidak memiliki nilai wisata, namun setelah mendapat sedikit perubahan ternyata berubah total menjadi sebuah tempat wisata yang trend, salah satunya adalah Taman Wisata Cisantana yang berlokasi di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Menjadi Spot Foto Yang Menarik Untuk Selfi.

Untuk melihat tempat ini jika dari pusat Kota Kuningan sendiri waktu tempuhnya tidak sampai 30 menit. Anda hanya tinggal mengikuti jalur Cigugur Palutungan hingga menemukan Villa Radio setelah Objek Wisata Goa Maria. Daerah Cigugur berada didataran tinggi Kota Kuningan, tepatnya berada dikaki Gunung Ciremai. Anda akan melihat sebuah tebing batu yang berdiri kokoh dan indah menjadi ikon utama objek wisata Taman Cisantana ini. Setiap pengunjung yang berfoto dengan background tebing batu tersebut.  Maka akan terlihat sangat indah, bahkan ada yang berpendapat bahwa hasil fotonya terlihat seperti sedang berada di luar Negeri.

 

Taman Cisantana terkenal dengan bebatuan karena memang awalnya tempat ini adalah tempat penambangan batu. Ada sebuah tebing bebatuan yang memang telah menjadi ikon dari lokasi wisata taman cisantana. Banyak warga yang berkunjung ke taman cisantana dengan menyempatkan diri berfoto menggunakan backgroung tebing batu ini. Hasil fotonya juga terliaht sangat bagus. Seperti bukan di Kuningan, melainkan di luar negeri.

Tebing batu besar yang menjulang tinggi dan memanjang serta tamanan kaktus yang tumbuh disekitarnya menjadi tempat favorit para pengunjung untuk berfoto. Karena lokasi objek wisata ini berada di dataran tinggi, maka udara disekitarnya terasa dingin dan menyejukan jiwa. Area taman Cisantana ini sering kali diselimuti kabut tipis, sehingga ketika tebing batu sedang diselimuti kabut, maka pemandangan diatasnya terlihat sangat indah dan seperti sedang berada diatas awan.

 

Harga Tiket Masuk Taman Cisantana.

Untuk mendapatkan banyak spot foto menarik dan pemandangan yang indah adalah suatu pengalaman menyenangkan. Apalagi, anda hanya perlu mengeluarkan uang kurang lebih Rp. 12.000 saja. Tiket masuknya adalah Rp. 10.000 dan tarif parkirnya hanya Rp. 2000. Harga tiket masuk dapat berubah sewaktu – waktu. Jam buka di taman ini adalah setiap hari mulai jam 08.30 sampai 17.30 WIB. Informasi dari pengelola bahwa tempat ini akan semakin dimaksimalkan dengan adanya camping ground, foto both, pemandian air panas serta fasilitas lainnya.

Ketika anda berkunjung, sebaiknya anda menyempatkan diri menaiki tebing tersebut untuk mendapatkan keindahan yang maksimal. Saat ini sudah di sediakan jalan mendaki atau menuju tebing itu oleh pihak pengelola taman. Satu lagi yang paling menarika addalah selain tebing batu yang menjulang tinggi, anda bisa mendapati aksen kelopak bunga matahari yang berada di tengah taman. Untuk mengetahuinya, anda perlu mengambil foto dari atas sebab, bentuknya akan terlihat jelas.

sumber :
fatahilaris
kodesjabar
tempatme

Daya Tarik Objek Wisata Cibulan Di Kuningan Dan 7 Sumur


Daya Tarik Objek Wisata Cibulan Di KuninganDaya Tarik Objek Wisata Cibulan Di Kuningan. Berenang dan di cium ikan Dewa. Serta 7 Sumur Petilasan Prabu Siliwangi.

Obyek Wisata Alam dan ikan Dewa Cibulan di Kuningan diresmikan dan berdiri pada tahun 1939. Tepatnya pada tanggal 27 Agustus, kala itu di buka oleh Bupati Kuningan Bp. R.A.A Mohamad Achmad. Dan Cibulan adalah salah satu obyek wisata yang menjadi destinasi favorit masyarakat sekitar sejak zaman dulu.  Karena obyek wisata ini memang salah satu tempat wisata yang sudah cukup lama.

Daya tarik dari Cibulan ini adalah adanya kehadiran ikan dewa yang syarat dengan mitos. Konon, menurut informasi ikan-ikan tersebut sengaja dibiarkan hidup dan tinggal di kolam. Namun bagi pengunjung yang datang di obyek wisata alam kolam pemandian Cibulan bebas berenang bersama ikan. Masyarakat setempat menyebut ikan tersebut dengan julukan nama ikan dewa yaitu ikan mas putih atau ikan kancra bodas.

Bukti bahwa ikan dewa itu konon jelmaan manusia, pengunjung dianjurkan membawa 7 buah buah apel merah. Setiap irisan kecil apel menjadi santapan ikan-ikan dewa. Mitos yang beredar di sekitar warga, dengan memberi makan 7 buah apel akan memudahkan rezekinya.

Ikan Dewa ini jenis ikan Kancra Bodas. Meski ikan-ikan dewa ini memang kental dengan mitos, namun ikan ini cukup ramah dan cukup bersahabat. Sehingga tak heran beberapa pengunjung memanfaatkan keramahan ikan dewa ini sebagai obyek untuk foto bareng.

Cibulan ini berada di ketinggian 550 mdpl, hawa udara dan air yang dingin menyentuh tiap kulit pengunjung. Meski berumur cukup tua namun obyek wisata pemandian ini cukup terawat. Bahkan baru-baru ini Obyek Wisata Alam Cibulan ini mengembangkan beberapa fasilitas dan wahana baru. Beberapa diantaranya adalah Flying Fox, Terapi Ikan, Saung Lesehan, Aqua Bucket dan Water Ball. Dan bagi anda yang ingin ke cibulan anda harus naik angkot. Untuk menuju obyek wisata pemandian Cibulan, kita dapat menggunakan angkutan umum melalui Terminal Kuningan dengan menggunakan angkutan kota jurusan Terminal Cirendang – Cimulus, lalu berhenti di jalan menuju lokasi Cibulan.

7 Sumur Petilasan Prabu Siliwangi.

Nama Cibulan berasal dari kata Cai Katimbulan yang berarti air yang timbul . Cai Katimbulan merupakan tempat hilangnya Putri Buyut Manis yang akan dijodohkan dengan Putra Buyut Talaga yang kemudian menghilang di tempat ini karena ketidaksetujuan Kepada Putra Buyut Talaga. Di daerah ini terdapat 7 sumur ( dikenal dengan sebutan Sumur Tujuh ). Yang merupakan tempat patilasan Prabu Siliwangi yang digunakan untuk bersuci ketika bersemedi dan juga merupakan salah satu tempat bersejarah dalam penyebaran Islam di Kuningan melalui kegiatan para Wali Songo.

7 mata air dan bekas pertapaan Prabu Siliwangi, yang terletak di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Tempat petilasan prabu siliwangi ini berada di dalam area kolam renang Cibulan. Di area Kolam Cibulan juga terdapat mitos tentang adanya kepiting emas ( kepiting yang berkulit warna emas ), yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Tetapi bagi orang tertentu yang melihatnya, maka cita-citanya akan terkabul.

Ketujuh mata air ( 7 sumur ) tersebut antara lain :

  1. mata air kejayaan
  2. mata air keselamatan
  3. mata air pengabulan
  4. mata air kemulyaan
  5. mata air Cisadane (cita-cita)
  6. mata air Cirancana
  7. mata air kemudahan.

Pada setiap sumur mata air memiliki nama sesuai dengan fungsinya. Bagi setiap pengunjung yang mempunyai hajat (keinginan) kepada Sang Pencipta, ada kalanya melakukan beberapa ritual seperti membasuh muka, meminum air dan mandi dari sumur tersebut. “Sebelum mengambil air dari sumur mata air, seyogyanya diawali dengan membaca basmalah dan dua kalimat syahadat serta membaca sholawat. ” ujar penjaga pintu masuk sumur tujuh.

Dan pada sumur pertama dan ketujuh, pengunjung bisa membasuh muka dan mandi. Sedangkan sumur kedua, ketiga, keempat, kelima dan keenam, pengunjung hanya bisa membasuh muka dan meminum air tersebut.

Si Domba Curug Tidak Sengaja Di Temukan


Curug SiDomba adalah salah satu wisata air terjun buatan yang tidak sengaja di temukan.

Curug Sidomba Objek Wisata Di Kuningan. Curug ini konon di temukan dengan tidak sengaja yaitu pada tahun 2002. Kala itu siswa-siswi SMP Islam Terpadu Umar Sjarifudin ( ITUS ) Kuningan sedang mengadakan hiking. Mereka menelusuri alur sungai sekitar lereng Gunung Ciremai. Akhirnya menemukan curug ini yang memiliki ketinggian 10 meter.

Dan saat itu oleh Umar Sjarifudin air terjun itu di kembangkan. Pada akhirnya menjadi kawasan wisata yang lebih di kenal Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan. Sedangkan nama Sidomba sendiri menurut cerita masyarakat konon pada waktu silam tempat ini merupakan tempat untuk memandikan domba. Jenis hewan ternak langka yang dahulu sering di gembalakan di tempat ini.  Keunikan dari domba ini adalah jumlah tanduknya yang lebih dari dua. Dan sekarang di tempat ini sudah  tidak ada lagi hewan ternak langka tersebut. Melainkan telah berubah menjadi objek wisata yang cantik. Selain itu hutan di sekitar curug merupakan tempat penggembala domba.

Curug Sidomba Air Terjun Kuningan boleh jadi merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Kuningan. Tempat ini dahulu banyak di kunjungi wisatawan. Tidak semua orang mengetahui bahwa curug Sidomba ini ditemukan secara tidak sengaja. Beberapa siswa yang sedang melakukan perjalanan menyusuri sungai di lereng Gunung Ciremai. Air terjun curug Sidomba ini memiliki ketinggian kurang lebihnya 3 meter. Anda akan terpikat dengan airnya yang cukup jernih dingin dan segar. Bersumber dari mata air Gunung Ciremai. Serta berbagai jenis ikan yang hidup di dalam air ini seperti ikan mas dan ikan Kancra Bodas. Dan konon ikan Kancra Bodas di sini tidak bisa ditangkap. Terbukti ketika airnya dikuras ikan-ikan ini menghilang tidak diketemukan.  Selain itu terdapat peraturan di Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan yang sangat penting bagi pengunjung. Yaitu tidak di perbolehkannya memberi makan atau memancing ikan di area ini. Dan tidak juga diperbolehkan berkata kasar karena dipercaya akan ada akibatnya langsung.

Daya tarik dari kawasan ini adalah sebuah masjid megah dengan satu menara Asma’ul Husna. Dan untuk menuju menara itu anda akan melalui tangga berjumlah 99 anak tangga. Di mana anda akan dapat menikmati bentangan keindahan alam di kaki Gunung Ciremai. Yang sebagian wilayahnya masih subur dengan pepohonan besar.

Dan Keberadaan Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan saat ini sudah berbeda. Di mana sebelum Curug ini di temukan oleh siswa SMP ITUS pada tahun 2002 lalu. Sidomba sekarang sudah merupakan obyek wisata yang modern. Dan ramai di kunjungi oleh berbagai wisatawan luar dari Kota. Dan juga sebagai tempat perkemahan para siswa – siswi Sekolah baik kuningan maupun cirebon.

Dengan area wisata yang cukup luas ini ada banyak bagian yang bisa dikunjungi. Selain Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan. Di antara nya area outbond anak. Flying fox. Kolam renang. Dan berbagai koleksi hewan (domba, monyet, dan beberapa jenis burung).

 

Curug Ciputri Air Terjun Kebanggaan Kuningan


Curug Ciputri Air Terjun Kebanggaan KuninganCurug Putri Wisata Air Terjun Kuningan.

Potensi wisata alam di Wilayah Ciayumajakuning tidak kalah dengan di daerah lain. Salah satunya yakni Curug Ciputri Kuningan. Dengan ketinggian mencapai 20 meter dan berasal dari mata air di dalam hutan Gunung Ciremai. Air Terjun / Curug Putri ini terletak di Dusun Palutungan desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Tepatnya di dalam kawasan Bumi Perkemahan Palutungan. Dengan ketinggian 1.100 – 1.150 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan curah hujan 3.000 mm/tahun. Dan sejuknya suhu udara antara 20 – 240C.

Letak Curug Putri ini menjorok ke dalam di kelilingi tebing terjal serta pohon-pohon yang rimbun. Di depan nya ada kolam air, tempat menyimpan curahan air terjun. Kolamnya tidaklah terlalu dalam, cuma setinggi pinggang orang dewasa hingga bisa digunakan untuk berendam serta berenang.

Curug Putri adalah air terjun yang berbentuk putri. Air Terjun yang mempunyai mitos terletak di kawasan Taman nasional Gunung Ciremai. Akses mudah dengan ketinggian cukup lumayan. Dan debet air baik menjadikan Curug CiPutri layak dikunjungi.

Kenapa Diberi nama Curug Putri.

Nama Curug Putri sendiri datang dari legenda tempat. Yakni sebagai tempat pemandian beberapa putri dari Kahyangan. Tempat dari beberapa bidadari yang turun ke bumi. Jika ada hujan gerimis serta matahari bercahaya jadi dari Curug Putri ini bakal tampak pelangi / katumbiri. Orang-orang yakini kalau saat pelangi nampak artinya beberapa dewi dari Kahyangan tengah turun ke bumi.

Tempat ini merupakan satu dari tiga jalur pendakian menuju puncak Gunung Ciremai. Meski merupakan jalur terpanjang pendaki lebih memilih lewat sini karena merupakan rute paling mudah. Curug putri ini berjarak kurang lebih 9 Km dari kota Kuningan ke arah barat dengan waktu tempuh sekitar 15 menit berkendara. Sedangkan bila dari obyek Bumi Perkemahan Palutungan letaknya ke arah timur kurang lebih 500 m.

Curug ini sering di kunjungi oleh para pengunjung yang menganggap tempat itu perlu di datangi. Khususnya bagi mereka yang ingin meminta berkah. Kesan mistis adanya seorang putri yang menunggu daerah itu membuat banyak pengunjung yang datang dengan berbagai alasan. Ada yang ingin segera dapat jodoh atau pekerjaan setelah membasuh muka atau mandi di bawah curug (air terjun). Dan aktivitas itu akan terasa ketika mendekati bulan puasa atau hari tertentu yang di keramatkan.

Dengan kombinasi pesona alam pegunungan serta air terjun yang jernih. Di dukung hawa / udara pegunungan yang sejuk bisa menantang wisatawan untuk bertandang ke lokasi ini. Arealnya beberapa cukup datar hingga pas untuk jadikan tempat perkemahan. Ada juga tempat outbond atau gathering berbarengan keluarga atau rekan di sini. Rindang nya pohon-pohon pinus merkusi khas pegunungan yang menaungi ruang itu juga bakal memberi situasi jadi terkesan serta merasa lebih akrab dan romantis. Curug Putri Mempunyai Daya Tarik Tersendiri Wisata Alam Di Kuningan

Goa Maria Di Cisantana Kuningan Jawa Barat


Goa Maria Di Cisantana KuninganGoa ( Gua ) Maria Fatimah Sawer Rahmat Cisantana Kuningan Jawa Barat.

Goa Maria Fatimah Sawer Rahmat Cisantana Kuningan ini di bangun atas inisiatif penduduk setempat. 14 Pemberhentian Gua Maria terletak di sebuah bukit yang bernama Bukit Totombok. Sebelah barat Desa Cisantana. Gua Maria Sawer Rahmat ini di resmikan pada tanggal 21 Juli 1990 oleh Kardinal Tomko.

Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat Cisantana Kuningan. Goa ini di resmikan pada bulan Mei 1990. Terletak di Desa Cisantana. Kecamatan Cigugur. Kabupaten Kuningan.

Goa Maria Sawer Rahmat ini terletak di ketinggian 700 meter dari permukaan laut dan berada di lereng Gunung Ciremai. Daerah tersebut merupakan wilayah pertanian. Dengan suhu udara yang cukup dingin. Menurut catatan di Gereja Cisantana umat Katolik di daerah ini berjumlah lebih dari 1.200 orang. Yang sebagian besar hidup dari pertanian dan beternak sapi perah.

Goa Maria Fatimah Sawer Rahmat ini terdapat 14 Pemberhentian Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat. Yaitu 14 pemberhentian jalan salib sebelum menuju ke titik puncak Goa Maria. Dan juga kapel tempat di laksanakannya misa. Dan untuk mencapai tempat peribadatan utama para peziarah harus berjalan kaki kurang lebih satu kilometer. Dengan menaiki tangga batu. Para peziarah juga menyusuri lorong pepohonan rindang di tengah perbukitan lereng gunung Ciremai. Dengan membawa lilin mereka melakukan perjalanan sambil menghirup udara pegunungan dan menikmati indahnya alam.

Goa Maria Fatimah Sawer Rahma. Menurut dari cerita dahulu bahwa perbandingan umat Islam dan umat Nasrani di Cigugur sama-sama 50%. Dan toleransi sesama umat beragama ini sangat baik. Kita dapat melihat mesjid berdiri dan berdekatan dengan gereja. Dan mereka sangat ramah saling membantu. Ketika salah satu umat beragama ini membangun mesjid atau gereja.

Umat katolik menyebut perjalanan menuju goa itu sebagai prosesi jalan salib. Mereka harus berhenti pada setiap tempat pemujaan di sepanjang jalan yang menanjak. Untuk memanjatkan doa sebelum sampai ke gua maria. Perjalanan menuju Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat mengucapkan doa itu di lakukan untuk mengingatkan umat katolik. Tentang perjalanan Yesus Kristus memanggul salib menuju bukit Golgota atau bukit Kalvari. Setiap perhentian mengisahkan riwayat yesus. Mulai dari ketika dia dijatuhi hukuman hingga ia dimakamkan,” kata Frater Evodius OSC, Frater Biarawan Order Salib Suci disela-sela ziarah.